Lama nggak posting diblog. Kali ini aku mau posting sebuah catatan hati, catatan hati milik umi'ku yang di ajarkan pada hatiku. Yaitu sebuah pilihan, kepercayaan dan cinta. Apa hubungannya diantara keduanya? awalnya aku juga bingung memahami keterkaitan diantaranya, tapi kini aku mengerti. Aku coba posting di blog ini, silahkan teman - teman rasakan dan resapi.
Kelulusan SMA'ku kali ini sepertinya terasa berat sekali, karena tidak hanya proses metamorfosisku dari remaja ke dewasa saja yang ku lalui, tapi juga karir, jodoh, tanggung jawab,kemandirian, dan pejalanan hidup yang tidak bisa kulewati dengan sifat kanak - kanakku dulu. Well, aku tahu....semuanya itu tidak mudah,tapi aku harus berusaha.
Malam itu(kalau nggak salah malam jum'at, tepatnya minggu lalu),aku menemani umi yang sedang menjahit sragam milik dek Hasna, aku membaca buku tentang motivasi. Disaat itu umi mengajak aku berbicara sebagai perempuan.
Umi :"Kak....siap hidup di Malang tanpa umi dan abi nggak?"
Aq :"Insya Allah siap mi, mang napa'e mi..kok tiba-tiba tanya gitu?
Umi :"Nggak boleh tanya gitu ya kak? umi cuma kawatir aja"
Aq :"Kawatir kenapa mi? Kakak kan dah gedhe,knp dikawatirkan? dulu aja SMP umi
tega nglepas kakak ke jogja"
Umi :"Yang paling umi kawatirkan kalo kakak pacaran di kampus, bukan yang laennya"
Aq :(terdiam sejenak, sebegitu takutkah umi tentang itu)"Insya Allah nggak pacaran
mi,, kakak janji akan berusaha buat menjauhi namanya pacaran. Kakak kan akhwat, bukan cewek"
Umi :"Makasih kak! Umi pegang janji kakak. Umi mau bicara sebagai sesama perempuan
kak!bukan sebagai ibu ke anaknya"
Aq :"Bicara tentang apa mi?"
Umi :"Tentang keterkaitan sebuah pilihan,kepercayaan,dan cinta. Umi mau ajak
sharing kakak masalah ini. Kakak kan leader buat dek hasna dan dek firda, umi
harap keduanya melakukan hal ini dengan meniru kakaknya,"
Aq :"maksudnya gimana tho mi? aku kok belum faham?"
Umi :"Kalau kakak saatnya menikah, bagaimana kakak memulai prosesnya?"
Aq :"Yang jelas kakak nggak mau lewat ta'aruf, lewat murrobbi dll, tapi kakak tetep jaga syariat"
Umi :"Caranya?"
Aq :"Belum terfikirkan mi...Gimana caranya?tapi yang jelas aku nggak bakal sukses kalo pakai versi murobbi,biodata dll"
Umi tersenyum...
Umi :"Benar - benar persis umi!"
Aq :"Persis gimana mi?"
Umi :"Menurut kakak apa modal utama sebuah pernikahan itu agama dan cinta?"
Aq :"Banyak orang bilang gitu, termasuk ikhwah kita juga. Tapi kenapa masih ada perceraian ya mi(review aa' Gym)? bahkan pertengkaran yang diceritakan ke orang laen (review kalo nguping umi curhat ke abi tentang suami temen2 umi yang kadang usil, nggak seperti abiku yang super duper cuek ma akhwat kecuali ma umi,mbah putru, dan anak2nya)"
Umi :"Kesimpulan kakak apa?"
Aq :"Cinta itu bukan sebuah modal utama sebuah pernikahan"
Umi :"Kamu berarti sependapat dengan umi kak!"
Aq :"la pendapatnya umi apa?"
Umi :"Menurut umi agama dan cinta itu bukan modal utama sebuah pernikahan layaknya orang lain bilang. Tapi modal utama pernikahan menurut umi adalah agama dan kepercayaan. Dan kenapa tadi umi mengaitkan dengan sebuah pilihan dan cinta?. Karena kita tidak tahu bagaimana keadaan hati ikhwan pilihan kita 2tahun lagi, 5tahun lagi dan seterusnya. Allah mudah sekali membolak balikkan hati kak! Jadi bisa saja 5tahun lagi cinta suami kita berkurang,lalu apa harus bercerai?. Bisa saja setelah kita menikah kita tau sifat buruk pasangan kita yang orang lain tidak tahu, lalu apa kita harus menyesal?. Nah disaat itulah kita akan membutuhkan kepercayaan kak, kepercayaan terhadap laki - laki pilihan kita. Kalo tanpa kepercayaan, dan hanya mengandalkan cinta. Rumah tangga kita tidak akan bahagia. Lalu apa hubungannya lagi dengan kepercayaan? kakak tahu kan, takdir wanita yang mudah cemburu? Dengan kepercayaan kita sebagai istri, api cemburu itu akan cepat padam. Termasuk masalah poligami, dengan kepercayaan kita sebagai istri kita akan ikhlas dimadu tanpa berfikir hal negatif tentang suami kita (untuk hal yang satu ini aku kurang sependapat dengan umi..heheheh).
Lalu apa keterkaitannya dengan sebuah pilihan dan cinta?
Dengan rasa percayamu pada satu laki - laki diantara banyak laki - laki yang mencintaimu, kamu akan lebih mudah memilih satu orang laki - laki.Yang suatau saat jika waktunya, akan menumbuhkan rasa cinta tanpa membagi cinta itu untuk laki - laki lain. Dan dengan kepercayaan itu kamu selalu merasakan cinta suamimu 100% tanpa harus menaruh curiga pada cinta dihatinya, kamu akan ikhlas menerima kekurangannya, kamu akan tegar melewati cobaan hidup bersamanya sampai kapanpun. Bebeda dengan cinta yang akan mudah pudar kalau ada suatu gesekan kecemburuan dan ketidakpercayaan. Tapi kepercayaan, akan semakin menumbuhkan rasa cintamu pada si dia secar sedikit - sedikit tapi membuatmu bahagia".
Aku diam merenungi kata - kata umi. Semua benar, kecuali masalah poligami! Kayaknya aku belum siap kalo dimadu. hehehehhe ^_^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar