Ku tapaki semua rintangan ini.
Berpeluh demi sebuah reformasi yang pasti.
Suatu perubahan untuk selamanya.
Bukan untuk sedetik periode saja.
Meski disela itu aku menemukan jawaban
Jawaban apa arti mimpi indah selama ini.
Hanya saja aku takut…..
Takut untuk melangkah menerka makna itu
Kuatkan aku Ya Rabb…..
Agar ditengah badai reformasi ini,
Dan berdiri disela makna mimpi itu
aku bisa berdiri dengan tetap kokoh
senantiasa berpegang pada syariat Mu.
--------------------------------------
Ku amati ruangan OSIS yang masih terlihat baru itu. Ruangan 3 x 4,5 meter itu yang sebelumnya menjadi gudang, kini menjadi ruangan baru OSIS. Di dalamnya terdapat seperangkat komputer dan printer, 1 buah almari, dan 4 meja yang disusun memanjang sebagai tempat dikeluarkannya banyak ide dari calon pemimpin negeri ini. Aku tersenyum puas.
“Kenapa Hil? Senyum – senyum sendiri?”, tanya Herdi mengejutkanku.
Ah..ya Herdi, Bapak Ketua Osis, sang Partner kerjaku selama 6 bulan terakhir ini sebagai Ibu Wakil Ketua OSIS. Rasanya seperti berperang mengejar target saja berkolaborasi politik OSIS dengannya. Karena banyak reformasi yang terjadi di madrasah, sejak pemerintahannya denganku sampai saat ini.
“Usaha kita selama hampir 2 bulan menodong Pak Hendra, Kepala Madrasah kita. Rasanya sulit dipercaya mungkin, OSIS kita senekat ini meminta ruangan OSIS”,ujarku kagum. Sementara Herdi hanya tersenyum menanggapinya.
“Semua ini karenamu Hil… ! Jiwa nekatmu kayaknya nular ke anak – anak OSIS. Juga menular ke aku. Tak ku sangka, keteguhan prinsipmu membuat aku dan anak – anak termotivasi untuk mengadakan reformasi se dasyat ini.”, ucapnya tulus.
“Tapi masih banyak target kita yang belum tercapai…………..”,gumanku mengambang.
“Ya, target tentang seragam sekolah, absensi kehadiran siswa dan guru, dan aturan dilarang merokok. Yang harus kita launchingkan bulan ini…. Ahai! Aku penasaran bagaimana reaksi teman – teman dan dewan guru dengan di bacanya peraturan itu pada hari Senin besok, setelah upacara bendera.”cerita Herdi menanggapi perkataanku tadi.
“Hayo…..berdua – duaan di ruangan kayak kini yang ketiga setan…….”, teriak Erena dengan kepala melongok dari daun pintu yang sedikit terbuka. Aku dan Herdi kaget sekali.
“Ya…..setannya kamu tuh…….”,ucap Herdi kentus sambil menunjuk Erena. Erena manyun dan memasukkan seluruh badannya ke ruang OSIS, lalu berjalan ke arahku.
“Hil…tar sore liqo’ nggak? Katanya bu Nana pergi ke Surabaya, menghadiri diklat guru Biologi disana?”,ujar Erena, teman Liqo’ dan sahabatku selama dua tahun di madrasah ini.
“Ya udah…tar aku sms bu Nana dulu, enaknya di liburin apa di ganti pemateri”, jawabku simpel, Herdi menyahut.
“Enak ya….Murobbinya kalian pada sibuk ngurusin Sertifikasi. Murobbiku, pak Irawan on time terus Liqo’nya. Hm…Sebenarnya aku lagi capek ngurusi masalah OSIS, pengen istirahat bentar aja. Tapi mau izin Halaqah sungkan! Ketuanya jwe…..”, keluh Herdi.
Aku tersenyum, sementara Erena menjulurkan lidahnya dan menggoda dengan kata “Kasihan deh lo…..”.
“Isbir akhi…..Capeknya kamu toh mendatangkan pahala. Bukan capek yang sia – sia. Kalau memang jasad butuh istirahat, diistirahatkan saja. Jangan dipaksa ikut Liqo’, takutnya nggak ikhlas niatnya. Nanti malah jadi sia – sia. Yang penting tetep istiqomah terus buat ikut Halaqoh”, komentarku.
Herdi hanya tersenyum menanggapinya.
----------------------------------------
Kelas XI IPA2 ……..
“Hil….dah ngerjakan LKS Fisika, soal latihan halaman 61 belum?”,tanya Rina menghampiri tempat dudukku. Sedangkan Erena yang duduk satu bangku denganku, sedari tadi sibuk menyalin cara singkat penyelesaian soal latihan fisika dari buku tulisku.
“Hehehe…baru aja 4 soal dari 10 soal, males nulis nih…… Tar aja kalo ditunjuk maju, langsung ngerjain di depan kelas. Seperti biasanya……”, jawabku agak sungkan.
“Alah…Hilda mah dari dulu memang nggak pernah ngerjain tugas. Tapi begitu ditunjuk maju bisa. Jadi nggak usah berharap dia ngerjakan, trus kita contek. Mending tuh..ke anak blok sebelah. Ada Afra yang pinter dan rajin ngerjain tugas”, cerocos Erena masih dengan tangan lincahnya menyalin cara penyelesaian soal milikku.
Tiba – tiba pintu kelas terbuka. Arul,sang ketua kelas kita yang super lebai itu masuk.
“Hay…teman – teman……..attention…attention! Arul ganteng mau kasih pengumuman”, serunya percaya diri. Serentak anak – anak bersorak garing menanggapinya.
“Huuuuu….Huuuuu….turun!...turun……!”
“Heh,,,,dengerin dulu po’o pengumumannya!”,ucapnya kesal.
“Iya…apa pengumumannya? Cepet kasih tau…nggak usah pakai acara narsis gitu deh!!”, protes beberapa anak perempuan kelasku.
“Itu…anu..emmm…itu…emm……”, ucap Arul polos menggoda kita satu kelas.
“Aaarrruuullllll”, respon kita serempak geram. Arul ketakutan, tentunya dengan mimik yang dibuat – buat.
“Itu…..emmm.jam Fisika hari ini kosong, tapi ada tugas dari Bu Khusna. Merangkum Bab Tumbukan Lenting Sempurna dan tidak sempurna, dikumpulkan hari ini juga. Eh..terus itu…., Hilda ma Herdi dipanggil Bu Mia, kata beliau kalian suruh ke kantor sekarang.”jelas Arul.
Aku dan Herdi saling memandang singkat, “What Happened?”. Kita langsung keluar dari bangku masing – masing dan keluar kelas menuju kantor.
“Good Luck….Pak ketua…Bu ketua..!!!Caaayyyooo……..You all the best!!!”,koor teman satu kelasku kompak dengan suara cemprengnya. Hm, begitulah mereka. Memberi semangat kami sebagai leader selama satu tahun periode di madrasah ini.
Sesampai di kantor guru …….
“Sini Hil…Her…”, panggil Bu Mia begitu mengetahui aku dan Herdi datang.
Kami berdua langsung menuju meja guru milik Bu Mia dan duduk dengan dua kursi plastik di depan meja Bu Mia.
“Ini ada edaran Seminar Nasional, Lomba membuat Cerpen dan Lomba membuat Karikatur. Edaran ini dari Universitas Bakti Guru, daerah Ngawi kota. Ibu harap kalian bisa berpartisipasi, jadi di edaran Seminar Nasional itu diminta perwakilan 2 orang OSIS untuk menghardirinya, acara ini ibu percayakan pada Hida dan Erena untuk menghadirinya. Lalu untuk lomba cerpen, Ibu percayakan sama kamu Hilda dan teman kamu Erena. Dan untuk Lomba mebuat karikatur, Ibu percayakan sama kamu Herdi dan teman kamu Agus. Gimana….kalian siap?”,jelas Bu Mia panjang lebar. Kami hanya mengangguk pasrah, di iringi senyum yang dibuat – buat.
“Humh…Event lagi”, keluhku begitu keluar dari kantor.
“Yupz…our job! Ntar istirahat ke dua, Erena dan Agus suruh kumpul ma kita di ruang OSIS ya??”,pinta Herdi bersemangat.
“Iya deh…penting selesaikan dulu rangkuman Fisikanya”, jawabku singkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar